Archive | Islamic

Tags: , , , , , , , ,

Selamat Menyambut Eid al-Adha


<br />

Eid al-Adha or the Festival of Sacrifice is a religious festival celebrated by Muslims and Druze worldwide in commemoration of the willingness of Ibrahim (Abraham) to sacrifice his son as an act of obedience to Allah. The devil tempted Ibrahim by saying he should disobey Allah and spare his son. As Ibrahim was about to kill his son, Allah intervened: instead Allah provided a lamb as the sacrifice. This is why today all over the world Muslims who have the means to, sacrifice an animal, as a reminder of Ibrahim’s obedience to Allah. The meat is then shared out with family and friends, as well as the poorer members of the community (Islam names Ishmael as the son who was to be sacrificed, whereas the Judeo-Christian name Isaac).

Eid al-Adha is one of two Eid festivals celebrated by Muslims, whose basis comes from the Quran. (Muslims in Iran celebrate a third, non-denominational Eid.) Like Eid el-Fitr, Eid al-Adha begins with a short prayer followed by a sermon (khu?ba).

Eid al-Adha annually falls on the 10th day of the month of Dhul Hijja (?? ?????) of the lunar Islamic calendar. The festivities last for two to three days or more depending on the country. Eid al-Adha occurs the day after the pilgrims conducting Hajj, the annual pilgrimage to Mecca in Saudi Arabia by Muslims worldwide, descend from Mount Arafat. It happens to be approximately 70 days after the end of the month of Ramadan.

Posted in Featured, IslamicComments (0)




Tags: , , , ,

Setiap kata-kata itu adalah DOA


Kata-Kata Negatif dan Kata-Kata Positif
(Setiap kata-kata itu adalah DOA)

Sebaiknya kita semua mulai mengendalikan kata-kata yang keluar dari mulut kita dengan kata-kata yang Positif dan Baik.

Setelah mendengarkan info tentang pengaruh Kata-kata Negatif terhadap Air yang ditulis dalam buku “The Hidden Messages in Water” karya Masaru Emoto dan pada halaman 31 buku tersebut disebutkan tentang banyaknya orang yang melakukan percubaan, saya pun tertarik untuk melakukannya sbb:

1. Tempatkan Nasi sisa yang sudah didiamkan semalaman kedalam 2 botol dengan jumlah yang sama, kemudian ditutup rapat.

2. Setiap botol di labelkan yang berisi kata-kata.

3. Botol A : “Kamu Pintar, Cerdas, Cantik, Baik, Rajin, Sabar, Aku Sayang Padamu, Aku Senang Sekali Melihatmu, Aku Ingin Selalu di dekatmu, I LOVE YOU, Terima Kasih.

4. Botol B : “Kamu Bodoh, Jelek, Jahat, Malas, Pemarah, Aku Benci Melihatmu, Aku gila tidak mau dekat dekat kamu”

5. 2 Botol ini saya letakkan terpisah dan pada tempat yang sering dilihat, saya pesan pada isteri, anak, dan pembantu untuk membaca label pada botol tersebut setiap kali melihat botol-botol tersebut.

6. Dan inilah yang terjadi pada nasi tersebut setelah 1 minggu kemudian :

<br />

<br />

<br />

Nasi dalam botol yang di bacakan kata-kata Negatif ternyata cepat sekali berubah menjadi busuk dan berwarna hitam dengan bau yang tidak sedap.

Sedangkan Nasi dalam botol yang di bacakan kata-kata Positif masih berwarna putih kekuningan dan baunya harum seperti ragi.

Nah Silahkan teman-teman mencubanya sendiri. Kalau di buku di katakan ada yang mencuba dengan tiga botol dimana botol ketiga tidak di beri label apa2 alias diabaikan / tidak diperdulikan, dan ternyat beras dalam botol
yang diabaikan membusuk jauh lebih cepat dibandingkan botol yang dipapar kata ” Kamu Bodoh”.

Bayangkan apa yang akan terjadi dengan anak-anak kita, pasangan hidup kita, rakan-rakan kerja kita, dan orang -orang disekeliling kita, bahkan binatang dan tumbuhan disekeliling kita pun akan merasakan efek yang ditimbulkan dari getaran-getaran yang berasal dari pikiran, dan ucapan yang kita lontarkan setiap saat kepada mereka.

Maka sebaiknya selalulah sadar dan bijaksana dalam memillih kata-kata yang akan keluar dari mulut kita, demikian juga kendalikanlah pikiran-pikiran yang timbul dalam batin kita.

Posted in IslamicComments (0)




Tags: , , , ,

Family Trees of Prophet Muhammad


<br />

Click on the picture for larger viewing.

Posted in IslamicComments (0)




Tags: , , ,

APAKAH kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW? Malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang yang berselawat ke atas Rasulullah.


APAKAH kita tidak cinta kepada Rasulullah SAW? Malaikat memberikan jaminan masing-masing untuk orang yang berselawat ke atas Rasulullah.

Baginda bersabda bahawa Malaikat Jibril, Mikail, Israfil dan Izrail telah berkata kepada baginda.

Berkata Jibril: “Wahai Rasulullah, barang siapa yang membaca selawat ke atasmu tiap-tiap hari sebanyak 10 kali, maka akan saya bimbing tangannya dan akan saya bawa dia melintasi titian seperti kilat menyambar.”

Berkata pula Mikail: “Mereka yang berselawat ke atas kamu, akan aku beri mereka itu minum dari telagamu.”

Berkata pula Israfil: “Mereka yang berselawat kepadamu, akan aku sujud kepada Allah dan aku tidak akan mengangkat kepalaku hingga Allahmengampuni orang itu.”

Izrail pula berkata: “Bagi mereka yang berselawat ke atasmu, akan aku cabut roh mereka itu dengan selembut-lembutnya seperti aku mencabut roh nabi-nabi.”

Dalam satu riwayat Sufyan As Sauri menceritakan:

“Apabila bertawaf mengelilingi Kaabah, saya melihat seorang lelaki, dia membaca selawat kepada Rasulullah.

“Saya mendekatinya, lalu bertanya: “Mengapa anda meninggalkan bacaan tasbih, tahmid dan tahlil, justeru, hanya membaca selawat? Adakah sesuatu berlaku kepada diri anda?”

“Siapakah anda ini,?” tanya orang itu. “Saya Sufyan As Sauri,” jawab saya. “Baiklah akan aku ceritakan,” kata lelaki tadi.

“Katanya: “Aku meninggalkan ayahku untuk mengerjakan haji. Dalam perjalanan, ayahku sakit dan sakitnya itu membawa kematian.

“Aku bersedih dengan kematiannya. Wajah ayahku yang tampan itu bertukar menjadi hitam legam, aku menutup wajahnya dengan kain.

“Aku sedih sekali dan malu jika orang mengetahuinya, sedang ayahku adalah seorang ahli ibadah.

“Aku terus bertafakur dan tertidur. “Dalam tidur, aku bermimpi seakan-akan melihat sinar yang semakin mendekati tempatku itu, dan ternyata sinar itu bersumber dari seorang yang sangat gagah, lagi tampan.

“Pakaiannya bersih, wajahnya bersinar terang, baunya harum sekali. Aku tidak pernah melihat orang ini sebelumnya dan aku belum mengenalinya.

“Dia terus menuju kepadaku. Satu-satu langkahnya, hingga dia berada di sisiku. “Ada apa kesusahanmu? ” tanyanya.” “Ayahku telah meninggal dunia,” aku menangis.

“Dan belum sempat aku bercerita seterusnya, dia berkata. “Jangan menangis semua manusia mesti mati.”

“Tetapi wajahnya hitam legam. Tolonglah aku,” aku merayu-rayu terus mengharapkan bantuan.

“Tanpa berbicara apapun lagi, dia terus membuka kain yang menutup wajah ayahku itu, lalu mengusap telapak tangannya pada wajah ayahku. Ajaib sekali, aku hampir tidak percaya apa yang telah berlaku. Wajah ayahku kembali semula putih bersih, dan lebih bercahaya daripada asalnya.

“Apa penawarnya? Sampai perkara yang cukup ajaib ini dapat berlaku.
“Dia kemudian mengambil kain tadi dan menutup semula wajah ayahku itu. Kemudian dia pun hendak kembali semula dari arah yang dia datang tadi.
“Melihat dia akan pergi, dan aku belum lagi tahu siapa orang ini, maka aku segera memegang bajunya seraya bertanya, siapakah tuan yang telah menolong ayahku ini?

“Dia tersenyum dan kelihatan nur dan cahaya bersinar dari senyumannya. Wajahnya seperti bulan purnama.

“Aku ini Muhammad,” jawabnya.

“Muhammad siapa?” aku meminta penerangan lagi.

“Muhammad, Rasulullah. Akulah pembawa al-Quran,” jelasnya.

“Aku terduduk dan terpinga-pinga untuk menikmati wajahnya yang mulia.

“Inilah dia Rasulullah,” aku berkata dalam hatiku, lidahku kelu, tidak berkata apa-apa pun.

“Ayahmu ini terlalu banyak membuat sia-sia dalam hidupnya, namun begitu dia selalu membaca selawat dan salam kepadaku. Ketika dia mengalami hal buruk ini, dia memohon kepadaku untuk membantunya, maka aku datang ini untuk membantunya, dan aku selalu menolong orang yang selalu membaca selawat dan salam kepadaku” jelasnya.

“Pada saat itulah aku terkejut dari mimpiku itu, dan aku terus teringat apa yang berlaku dalam mimpi itu.

“Aku terus membuka kain yang menutupi wajah ayahku itu, dan betullah seperti yang berlaku dalam mimpi tadi. Wajah ayahku kembali putih bersih dan bercahaya lebih daripada mulanya,” kata lelaki itu.

Mestikah menadah tangan dan menyapu muka apabila berdoa?

ADA ketikanya tidak perlu menadah tangan apabila berdoa. Contohnya, doa sebelum tidur yang tidak perlu mengangkat tangan
dan mengadap kiblat. Hadis Rasulullah daripada Abu Hurairah, baginda bersabda: Kamu hendaklah yakin dengan perkenan Allah
dan kamu semua mengetahui bahawa Allah tidak akan memakbulkan doa daripada hati yang lalai.
(Riwayat Tirmizi)

Terdapat nas yang sahih mengenai amalan mengangkat tangan ketika berdoa. Sabda Rasulullah s.a.w.: Sesungguhnya Allah bersifat hidup. Allah malu apabila hamba-Nya mengangkat dua tangannya tetapi tangan itu hampa kerana tidak dimakbulkan doanya.
(Riwayat Ahmad, Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah dan Hakim).

Ini bermakna apabila kita mengangkat tangan untuk berdoa, Allah akan merasa malu untuk menolak permintaan hamba-Nya itu. Selain itu, Rasulullah sendiri mengangkat kedua-dua tangannya apabila berdoa, dan Rasulullah tidak akan meletakkan kedua belah
tangannya ke bawah kecuali selepas menyapu ke muka.

Ini menurut cerita daripada Umar dan diriwayatkan oleh Tirmizi dan Hakim.

Orang yang mustajab doanya

Pemimpin yang adil. Sabda Rasulullah s.a.w., Tiga golongan orang yang diterima doanya, iaitu orang yang berpuasa sehingga berbuka, imam yang adil dan orang yang dianiaya.
(Riwayat Tirmizi dan hadis Hasan)

Doa ibu bapa kepada anaknya. Lantaran itulah, ibu bapa digalakkan mendoakan perkara-perkara yang baik sahaja, memandangkan doa ibu bapa sangat makbul, sama ada baik atau buruk.

Doa orang yang berpuasa.
Doa orang yang dizalimi. Ia diperkuatkan dengan hadis yang bermaksud: Tiga golongan ini apabila berdoa, tidak syak lagi Allah
akan menerima doanya. Mereka ialah doa orang yang kena zalim, doa orang yang berada di dalam musafir, doa bapa kepada anak atau ibu kepada anak (ibu bapa).
(Riwayat Tirmizi)

Di samping itu, Rasulullah pernah menegaskan dalam sebuah hadis lain bermaksud: Takutlah olehmu orang yang kena zalim. Bahawasanya doa orang yang dizalimi tiada antaranya hijab (penghalang) . Apabila ia berdoa, ia terus diterima Allah.

Doa kepada kawan atau saudara yang tidak ada di hadapan kita. Contohnya, seorang kawan meminta kita berdoa untuknya, maka
kitapun mendoakan bagi pihaknya selepas solat.

Sebenarnya apabila diajukan doa untuk orang lain, maka sebaik-baiknya kita menolongnya. Ini kerana, apabila kita berdoa, ada
malaikat yang Allah wakilkan di kepala kita khusus untuk berdoa sedemikian dan malaikat itu juga akan berdoa kepada kita.

Tidak ada hamba Muslim yang berdoa untuk saudaranya sama ada di tempat yang jauh atau tanpa pengetahuan saudaranya, melainkan malaikat akan berkata kepadanya, kamu juga akan mendapat seumpamanya.
(Riwayat Muslim)

Doa orang yang sedang musafir.
Doa seseorang yang berada di dalam keadaan bahaya. Seperti firman Allah dalam Surah an-Naml ayat 62 bermaksud:

Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesukaran apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan
kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati-Nya.

Posted in IslamicComments (0)




Tags: , ,

Sampaikanlah Kepada Wanita


Sampaikanlah Kepada Wanita

1. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 orang wali.

2. Seorang wanita solehah adalah lebih baik daripada 70 lelaki soleh.

3. Seorang wanita yang jahat adalah lebih buruk daripada 1,000 lelaki yang jahat.

4. 2 rakaat solat dari wanita yang hamil adalah lebih baik daripada 80 rakaat solat wanita yang tidak hamil.

5. Wanita yang memberi minum susu kepada anaknya daripada badannya (susu badan) akan dapat satu pahala daripada tiap-tiap titik susu yang diberikannya.

6. Wanita yang melayan dengan baik suami yang pulang ke rumah di dalam keadaan letih akan mendapat pahala jihad.

7. Wanita yang habiskan malamnya dengan tidur yang tidak selesa kerana menjaga anaknya yang sakit akan mendapat pahala seperti membebaskan 20 orang hamba.

8. Wanita yang melihat suaminya dengan kasih sayang dan suami yang melihat isterinya dengan kasih sayang akan dipandang Allah dengan penuh rahmat.

9. Wanita yang menyebabkan suaminya keluar dan berjuang ke jalan Allah dan kemudian menjaga adab rumahtangganya akan masuk syurga 500 tahun lebih awal daripada suaminya, akan menjadi ketua 70,000 malaikat dan bidadari dan wanita itu akan dimandikan di dalam syurga, dan menunggu suaminya dengan menunggang kuda yang dibuat daripada yakut.

10. Wanita yang tidak cukup tidur pada malam hari kerana menjaga anak yang sakit akan diampunkan oleh Allah akan seluruh dosanya dan bila dia hiburkan hati anaknya Allah memberi 12 tahun pahala ibadat.

11. Wanita yang memerah susu binatang dengan “bismillah” akan didoakan oleh binatang itu dengan doa keberkatan.

12. Wanita yang menguli tepung gandum dengan bismillah”, Allah akan berkatkan rezekinya.

13. Wanita yang menyapu lantai dengan berzikir akan mendapat pahala seperti meyapu lantai di baitullah.

14. Wanita yang menjaga solat, puasa dan taat pada suami, Allah akan mengizinkannya untuk memasuki syurga dari mana-mana pintu yang dia suka.

15. Wanita yang hamil akan dapat pahala berpuasa pada siang hari.

16 Wanita yang hamil akan dapat pahala beribadat pada malam hari.

17. Wanita yang bersalin akan mendapat pahala 70 tahun solat dan puasa dan setiap kesakitan pada satu uratnya Allah mengurniakan satu pahala haji.

18. Sekiranya wanita mati dalam masa 40 hari selepas bersalin, dia akan dikira sebagai mati syahid.

19. Jika wanita melayan suami tanpa khianat akan mendapat pahala 12 tahun solat.

20. Jika wanita menyusui anaknya sampai cukup tempoh (2 1/2 tahun), maka malaikat-malaikat di langit akan khabarkan berita bahawa syurga wajib baginya.

21. Jika wanita memberi susu badannya kepada anaknya yang menangis, Allah akan memberi pahala satu tahun solat dan puasa.

22. Jika wanita memicit suami tanpa disuruh akan mendapat pahala 7 tola emas dan jika wanita memicit suami bila disuruh akan mendapat pahala tola perak.

23. Wanita yang meniggal dunia dengan keredhaan suaminya akan memasuki syurga.

24. Jika suami mengajarkan isterinya satu masalah akan mendapat pahala 80 tahun ibadat.

25. Semua orang akan dipanggil untuk melihat wajah Allah di akhirat, tetapi Allah akan datang sendiri kepada wanita yang memberati auratnya iaitu  memakai purdah di dunia ini dengan istiqamah.

Pandangan : Amatlah mudah bagi seorang wanita untuk menjejak Syurga. Namun begitu mengapa terlalu ramai yang masih hidup dalam kejahilan?

Sang suami pula perlu ingat, tidak kamu jejaki syurga sebelum keluarga kamu menjejak syurga. Jangan ingat hendak kahwin empat jika yang satu belum terbela.

Yang belum kahwin tu ingat, kamu terdedah kepada kemungkaran. Iman akan dicabar sehebat-hebatnya ketika ini.

Pilih lah Syurga dan bukannya Neraka.

Siapa tahu, hari ini kita tak sampai ke rumah sebab dipertengahan jalan kita bertemu Izrail.

Siapa tahu, hari ini hari terakhir kita berjumpa pasangan kita sebab dipertengahan jalan, dia berjumpa Izrail.

Bagaimana rasanya ketika berjumpa Izrail? Untuk yang beriman, macam 700 pedang yang tajam mencucuk kamu dalam semua arah.

Yang tak beriman, bayangkan pisau potong daging kat pasar tu yang tumpul. Pisau tu menetak kepala kita macam mana orang memecahkan tempurung kelapa. Kepala kita di kopak dua, dipisahkan dengan kasarnya, ketika kita masih hidup. Lepas tu di kapak-kapak kan kepala kita macam tembikai. Itu baru bab kepala. Belum masuk tangan, kaki, badan, etc….

Dipetik daripada Bayan Mastura Oleh Syed Ahmad Khan; Januari 1992.

Hadis nabi mengenai wanita.

Doa perempuan lebih makbul daripada lelaki kerana sifat penyayang yang lebih kuat daripada lelaki.Ketika ditanya kepada Rasulullah akan hal tersebut, jawab baginda, “Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yang penyayang tidak akan sia-sia”.

Posted in IslamicComments (0)





Advertise Here